Startup Indonesia Mencuri Perhatian di ITU Telecom World 2017

Startup Indonesia Mencuri Perhatian di ITU Telecom World 2017

Setelah menyerukan imbauan ke negara-negara anggota International Telecommunication Union (ITU) agar mengedepankan digitalisasi dan model bisnis digital untuk mengatasi kesenjangan kesejahteraan masyarakat, Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, turut mengajak perwakilan startup Indonesia untuk unjuk gigi di ajang ITU Telecom World yang diadakan pada 25 – 28 September 2017.

Di ajang ini, perwakilan startup Indonesia unjuk gigi memperkenalkan solusi digital mereka untuk dunia, wakil perusahaan internet Indonesia, Tokopedia, serta startup seperti Modalku, Tukang Sayur.co, Cashlez, Nurbaya Initiative, dan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Menteri Rudiantara mengatakan bahwa wakil startup yang hadir di ajang ITU ini merupakan best practice telah ditemukannya solusi digital yang memungkinkan sinergi terintegrasi yang mendukung perkembangan UKM dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui terlaksananya sharing economy, workforce digitalization, dan financial inclusion.

“Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan Menkominfo untuk mewakili Indonesia dalam acara ITU Telecom World 2017 di Busan. Kami sangat berharap sinergi ini dapat membantu dan menginspirasi para rekan startup dalam mewujudkan ‘Indonesia: The Digital Energy of Asia’,” ujar Kiki Rizki COO dan CoFounder Nurbaya Initiative.

Nurbaya Initiative hadir bersama Tukang sayur.co, memiliki visi yang sejalan yaitu memajukan UKM asli Indonesia dan memungkinkan workforce digitalization, kedua startup menceritakan kisah sukses mereka dalam memberikan platform digital untuk membantu pelaku UKM khas Indonesia dan para tukang sayur untuk bertemu dan bertransaksi langsung dengan pelanggannya.

“Belanja kebutuhan dapur di Indonesia terkadang bisa menjadi hal yang merepotkan, terutama bagi masyarakat urban yang tidak memiliki akses langsung ke tukang sayur keliling ataupun pasar tradisional. Di perumahan memang ada tukang sayur keliling tapi seringkali sayuran yang tersedia tidak sesegar belanja di pasar bahkan kadang tidak dapat sayur yang ingin kita masak karena hanya tersisa beberapa sayuran saat sampai di rumah kita. Ada juga yang memutuskan untuk membeli di supermarket, namun harga yang ditawarkan bisa lebih mahal dua kali lipat,” ujar Farry Argoebie, Chief Technology Officer (CTO) Tukangsayur.co.

Kiki Rizki menambahkan, “Potensi para UMKM yang merupakan salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, Nurbaya Initiative sangat mendukung visi Menkominfo untuk inklusi UMKM di ranah digital dengan memanfaatkan teknologi informasi dan mengelola penjualan dan pemasaran produk UMKM Indonesia di ranah digital.”

ITU Telecom World juga turut dihadiri oleh salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia, Tokopedia, diwakili oleh Doni Nathaniel selaku Strategic Development of Tokopedia, “Tokopedia berkomitmen untuk mewujudkan sharing economy ke seluruh Indonesia. Dimana hingga saat ini, Tokopedia telah berhasil mengimplementasikan model bisnis disruptif yang mampu memberikan peluang bisnis dan lapangan pekerjaan, dengan menampung lebih dari dua juta merchant yang tersebar di seluruh Indonesia yang 80% di antaranya merupakan UMKM baru,” ujar Doni Nathaniel.

Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Modalku dan Cashlez. Melalui model bisnis digital keduanya, Indonesia memperkenalkan solusi digital negeri yang dapat diimplementasikan untuk dunia, lebih jauh memungkinkan startup dan UKM untuk mengembangkan bisnisnya.

Modalku merupakan startup yang bergerak dalam bidang peer-to-peer lending yang menghubungkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang membutuhkan pinjaman modal kerja dengan pemberi pinjaman yang mencari alternatif investasi terjangkau dan menarik. “Misi utama Modalku adalah menciptakan inklusi finansial di Indonesia melalui inovasi teknologi. UKM membutuhkan modal usaha namun mayoritas tidak mendapatkannya karena pasar yang tidak efisien atau produk yang tidak sesuai. Di sinilah Modalku berperan, kami menyediakan akses pinjaman modal usaha tanpa agunan dengan proses online yang mudah dan cepat untuk memajukan ekonomi Indonesia,” ujar Iwan Kurniawan, Co-Founder dan COO Modalku.

Sedangkan Cashlez merupakan perusahaan teknologi pembayaran yang menciptakan sistem mPOS, sebuah konsep penerimaan pembayaran kartu kredit dan kartu debit berbasis aplikasi pada smartphone (android and iOS) yang dihubungkan dengan card reader melalui bluetooth.

“Cashlez hadir sebagai mitra bagi para startup berpotensi Indonesia. Selain itu kami juga mempunyai misi untuk mengubah perilaku pelanggan agar mulai melirik dan berpindah melakukan transaksi non-cash atau melalui perangkat digital,” Silvia Kartika, Corporate Communications Manager Cashlez Indonesia.

Selain itu, ajang ini juga dihadiri oleh Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, program yang diinisiasikan oleh Yansen Kamto dan Kominfo ini menarik perhatian pengunjung ITU sekaligus menunjukkan kepada dunia usaha berkelanjutan Indonesia dalam mendorong terbentuknya startup digital yang dapat menghadirkan banyak solusi untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik.

“Kami telah melakukan program 1000 Startup Digital di 10 kota di Indonesia termasuk Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Denpasar, Pontianak, Makassar, dan Medan. Di mana kami telah membuat innovation hub untuk membantu para calon startup mengembangkan ide dan bisnis mereka. Kami yakin kami dapat mengadirkan 1000 startup pada 2020 nanti,” Enda Nasution, Executive Director Gerakan Nasional 1000 startup.

13 Startup Unjuk Gigi di Demo Day Gerakan Nasional 1000 Startup Digital

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital telah merampungkan tahap inkubasi perdana di tiga kota, Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Sebelum sampai di tahap inkubasi, para peserta telah melewati fase ignition, networking, workshop, hackathon, bootcamp, hingga inkubasi. Sejak awal Januari hingga April 2017, para startup menjalani proses di tahapan inkubasi untuk menyempurnakan produk sebelum diluncurkan ke publik.

Sebanyak 33 startup dengan ide menarik lahir dari tiga kota tersebut. Di Jakarta, lahir 13 startup yang memberi solusi di bidang pendidikan, jasa, olahraga, dan budaya. Adapun di Surabaya lahir ide unik di mulai dari pengelolaan acara, peternakan, jasa, hingga situs perjodohan. Sementara di Yogyakarta tercipta 10 startup yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, periklanan, lingkungan, dan karier.

“Indonesia memiliki banyak permasalahan yang memerlukan solusi pemecahannya. Jika dipadukan dengan kekuatan teknologi digital, ini adalah modal besar untuk menghasilkan solusi inovasi dan kreativitas yang begitu unik. Sudah saatnya anak muda beraksi dan memanfaatkan kesempatan secerdas mungkin guna menciptakan beragam solusi kreatif berpotensi ekonomi melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi. Kami mengajak anak muda Indonesia untuk terus bergerak dan turut serta menentukan arah bangsa di era ekonomi digital dan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital selalu siap sedia menjadi motor penggeraknya,” jelas Yansen Kamto, Chief Excecutive KIBAR dan penggagas Gerakan Nasional 1000 Startup Digital.

Ajang unjuk gigi pun dimulai dalam Demo Day pertama yang berlangsung pada Rabu, 26 April 2016, di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Sebanyak 13 startup terpilih mengenalkan produk-produk kreatif dan inovatif kepada pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, para mentor, media, komunitas, akademisi, LSM, serta para calon investor.

Acara yang dihadiri oleh Rudiantara, menteri Komunikasi dan Informatika RI ini diharapkan dapat mempersiapkan para startup founder agar mampu menghadapi tantangan  di dunia digital. Selain itu, ini menjadi kesempatan para startup untuk mempresentasikan hasil selama mengikuti rangkaian tahapan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital.

Para startup diberi waktu 3 menit untuk pitching, mempresentasikan ide kreatif dan mendapat masukan dari panelis. Pitching juga mengutarakan masalah utama sebagai latar belakang, bussiness model, dan solusi. Sebagian besar startup rata-rata mengambil keuntungan 5%-15% untuk setiap order/jasa yang telah diselesaikan. Berikut profil 13 startup terpilih dari Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta.

Jakarta

Ajarin. Layanan aplikasi mobile untuk membantu orang tua dalam menemukan tutor yang tepat, mengembangkan, dan menyalurkan bakat anak usia 4-15 tahun.

Panggilin. Marketplace jasa on demand (C2C) yang mempertemukan antara pengguna dan penyedia jasa di sekitar lokasi pengguna (location based).

Goodjob. Sebuah platform yang membantu corporate melakukan maintenance dan perbaikan barang rusak dengan kepastian harga dan kualitas ahli perbaikan yang terjamin. Harga akan diinformasikan di awal sebelum memesan jasa,

RooCare. Aplikasi monitoring kesehatan anak di bawah usia enam tahun yang diciptakan untuk orang tua agar dapat memantau tumbuh kembang anak. Di dalamnya pun disertai artikel seputar kesehatan anak.

Xparring. Layanan khusus bagi pecinta olahraga bulutangkis untuk mencari lawan tanding di lokasi yang terdekat. Xparring pun bisa digunakan untuk booking lapangan bulutangkis secara online.

Surabaya

Agendakota. Platform event yang mempertemukan penyelenggara event dengan peminat event dalam satu wadah yang dapat memudahkan berbagi informasi seputar event.

Karapan. Online community dan partnership platform yang membantu peternak sapi rakyat dalam pengelolaan manajemen peternakan, pemasaran sapi dan daging, serta pemodalan peternakan.

Jahitin. Platform penyedia jasa jahit khusus kebaya, dress, dan batik dengan transaksi yang mudah dan efisien. Jahitin pun menggandeng para penjahit lokal dengan kemampuan terbaik.

Qtaaruf. Sebuah platform yang membantu para muslimin dan muslimah di Indonesia untuk menemukan jodoh melalui proses taaruf sesuai dengan syariat Islam. Proses perkenalan pun didampingi ustaz sebagai penasihat.

Yogyakarta

Sweep. Aplikasi last-minute-deals sebagai wadah promo instan bagi pemilik F&B Bussiness dengan calon pembeli sehingga kemungkinan produk terjual lebih banyak, tidak terbuang, dan memberi keuntungan diskon pada customer.

Kooliah. Aplikasi yang membantu calon mahasiswa mengetahui mata kuliah sebelum memutuskan jurusan yang akan dipilih. Pengguna juga berpeluang mendapat bimbingan secara online dan beasiswa.

Adsiconic. Platform interaktif dalam periklanan kendaraan dengan memanfaatkan teknologi QR Code dan tracking  untuk mendapat kampanye iklan yang lebih efektif.

FatAway. Aplikasi mobile yang membantu mengatasi permasalahan kelebihan berat badan dengan menghitung kalori makanan, menawarkan meal plan, dan mencatat perkembangan diet yang dilakukan.

 

Sejumlah Tokoh Berpengalaman di Bidang Startup akan Hadir sebagai Pembicara di LocalStartupFest

LocalStartupFest-PR

LocalStartupFest yang akan diselenggarakan di The Space Senayan City pada 24-26 Februari 2017 mendatang akan menghadirkan puluhan pembicara yang telah berpengalaman di industri startup, seperti Hadi Wenas CEO MatahariMall.com, Natali Ardianto Co-Founder & CTO Tiket.com, Aulia Ersyah Marinto Chairman of idEA & CEO Blanja.com, Hendrik Tio CEO Bhinneka.com, Norman Sasono Co-Founder Bizzy.co.id, Shinta Dhanuwardoyo Founder BUBU.com, Andi S Boedimana Managing Partner Ideosource, dan Keenan Pearce sebagai Creativepreneur.

Local.co.id bersama Komunitas #StartupLokal menginisiasi LocalStartupFest untuk membantu para penggiat startup lokal mengenalkan produknya kepada ribuan potential user dan meraih target user yang tepat dari produk yang dikembangkan. Akan ada lebih dari 100 startup lokal yang hadir pada acara ini diantaranya adalah Kukuruyuk.com, Bitcoin.co.id, FoodishMarket.com, Ubiklan.com, Purwadhika sebagai IT Entrepreneur School, dan berbagai accelerator yang salah satunya adalah GnB Accelerator.

Sayed Muhammad sebagai penggagas dari Local.co.id menuturkan bahwa LocalStartupFest akan berbeda dengan festival startup lainnya yang lebih terfokus untuk mencari partner dan investor, LocalStartupFest akan terfokus untuk mempertemukan startup dengan user baru sebanyak-banyaknya. Karena itu, ia berupaya untuk mengemas acara ini sebagai festival startup teknologi yang lebih santai dan tertuju pada pengunjung dari berbagai kalangan. Dengan datang ke acara ini, pengunjung akan mendapatkan berbagai macam promosi eksklusif dari para startup dan mencoba langsung produk startup yang dapat mempermudah serta memenuhi kebutuhan dalam keseharian.

LocalStartupFest1

Berbagai kegiatan mulai dari talkshow yang akan diisi oleh pembicara yang telah berpengalaman di industri startup, workshop tentang bagaimana membangun sebuah startup, startup pitch battle tempat para startup akan saling bersaing untuk mendapatkan hadiah yang menarik,  recruitment pitch di mana para startup bisa mencari talenta terbaik di negeri ini untuk bergabung bersama mereka, hingga networking night yang bisa menjadi tempat bagi para startup, media, investor untuk berkumpul.

“Dengan menjadi bagian dari LocalStartupFest, para pegiat Industri Startup tanah air dapat memperkenalkan produknya secara langsung dan personal kepada ribuan potential user. Mereka juga dapat menerima feedback langsung dari user mengenai produk yang dimilikinya, kesempatan bertemu calon investor, hingga mengumumkan lowongan pekerjaan yang tersedia di startup mereka. Informasi lebih lanjut tentang kegiatan kami bisa ditemukan di www.localstartupfest.id atau instagram @LocalStartupFest,” tutur Sayed.