Printerous Moments, Aplikasi Cetak Foto Praktis Langsung dari Smartphone

Ada banyak alasan mengapa setiap momen penting harus diabadikan baik dengan kamera konvensional maupun smartphone. Momen penting tentunya tak ingin terlewat begitu saja, seperti liburan, acara keluarga, hang out bersama sahabat, sampai outing kantor. Namun, tak banyak orang yang mencetaknya dan akhirnya hanya tersimpan begitu saja. Ada yang menganggap penyimpanan digital lebih praktis, tapi banyak juga yang tidak ada waktu untuk mencetak foto.

Solusi tersebut kini bisa ditemukan lewat aplikasi Printeroust Moments yang menawarkan solusi cetak foto praktis di mana saja dan kapan saja. CEO Printerous, Kevin Osmond menuturkan, “Awalnya Printerous Moments kami buat dengan basis website, respons masyarakat sangatlah positif hingga kami putuskan untuk mengembangkannya menjadi sebuah aplikasi. Zaman sekarang orang sering sekali foto dengan menggunakan smartphone. Kini dengan aplikasi Printerous Moments, semua orang bisa langsung mencetak momen indahnya melalui smartphone mereka.”

Menariknya, foto yang dicetak melalui Printerous Moment bisa dicetak dalam berbagai produk cetak yang diinginkan. Mulai dari photo book, photo prints, kanvas, framed art, magnet kulkas, casing handphone, bantal sofa, hingga tas tote. Kevin menuturkan, setelah aplikasi Printerous Moment diunduh di Google Play Store dan Apple App Store, pengguna bisa langsung memilih foto dari galeri smartphone, Facebook, dan Instagram.

 

“Setelah memilih foto, pengguna bisa memanfaatkan fitu Photo Editor untuk mengedit foto seperti cropping, menggunakan filter, atau memperbagus foto dengan efek-efek lainnya. Final review dilakukan manual untuk mengecek kualitas resolusinya. Jika resolusi di bawah standar pengguna akan mendapat notifikasi untuk mencegah hasil cetak yang tak sesuai keinginan,” tambah Kevin.

Setelah selesai memilih dan mengedit foto kemudian klik order untuk melakukan pembayaran. Printerous Moment sendiri memberlakukan dua metode pembayaran, yakni melalui transfer bank dan kartu kredit. Setelah langkah tersebut selesai maka Printerous Moment akan memproses dan mencetak order kemudian mengirimkannya langsung ke alamat pengguna.

Dari sisi harga, Printerous Moment menawarkan harga yang cukup variatif sesuai dengan produknya mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah. Jika hasil cetak yang diterima rusak atau cacat, ada garansi dalam wakru maksimal 7 hari setelah menerima produk. Kevin optimis aplikasi ini akan memenuhi kebutuhan solusi cetak yang praktis, mudah, dan cepat untuk masyarakat Indonesia.

Selain di Indonesia, aplikasi Printerous Moment pun sudah bisa digunakan di Singapura. Ke depannya aplikasi ini ditargetkan menjangkau lebih banyak pengguna, ada pengembangan produk, dan bisa digunakan untuk wilayah Asia Tenggara. Printerous sendiri berdiri sejak tahun 2012 dan memiliki 3 lini bisnis, yaitu Printerous Moments, Printerous Business, dan Arterous.

Catatkan Nilai Transaksi Hingga Rp 10 Triliun di 2016, Bukalapak Selangkah Lagi Menuju Profitabilitas

Bukalapak

Mengawali tahun 2017, Bukalapak memasuki usia ketujuh sebagai pasar online terbesar di Indonesia. Didirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Fajrin Rasyid pada 10 Januari 2010, Bukalapak lahir sebagai platform pasar online asli buatan Indonesia yang bertujuan untuk menghubungkan para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan pembeli dengan aman, mudah, dan terpercaya.

“Berbicara soal pencapaian, tidak lepas dari kisah masa-masa awal membangun Bukalapak. Dulu, masyarakat Indonesia belum familiar dengan adanya platform pasar online seperti Bukalapak. Meyakinkan para pelaku UKM untuk menggunakan platform kami dan mencari investor itu susahnya setengah mati. Namun, sekarang Bukalapak sudah menjadi destinasi pasar online teramai di Indonesia dengan 11,2 juta anggota!” ujar Achmad Zaky, Co-Founder dan CEO Bukalapak.

Dengan peningkatan pageviews hingga 16 kali lipat dibandingkan dengan tahun 2015 (13,4 milyar vs 800 juta), Bukalapak berhasil mencatat peningkatan nilai transaksi hingga empat kali lipat dan mendekati Rp 10 triliun run-rate per tahunnya.

“Dengan 1,3 juta Pelapak yang bergabung dan berhasil menciptakan lapangan pekerjaan baru, pendapatan Bukalapak di 2016 naik 20 kali lipat, selangkah lagi menuju profitabilitas!” ujar Achmad Zaky.

Peningkatan pendapatan Bukalapak turut didukung lewat berbagai upaya serta kerja sama dengan berbagai pihak. “Di 2016, kami telah menambahkan berbagai produk baru di Bukalapak, mulai dari BukaReksa, BukaModal, hingga BukaIklan. Selain itu, banyak fitur yang sudah kami bangun demi memudahkan para Pelapak dalam mempromosikan barang dagangannya. Salah satu fitur Pelapak terbaik adalah Premium Membership yang telah terbukti dapat menaikkan rata-rata pendapatan Pelapak hingga 10 kali lipat. Di 2017, kami akan lebih berupaya untuk mempermudah proses pembelian di Bukalapak sehingga cepat dan efisien. Kami akan terus berinovasi untuk kemudahan para Pelapak dan Pembeli dari Sabang – Merauke, agar bersama-sama memajukan roda perekonomian Indonesia,” ujar Willix Halim, COO Bukalapak.

Selain itu, melalui kampanye-kampanye kreatif di tahun 2016, Bukalapak telah mendapatkan berbagai penghargaan, mulai dari video Pendekar Jari Sakti (Medok) mendapatkan penghargaan dari YouTube sebagai Video Terpopuler di Indonesia, Top 50 Most Valuable Indonesia Brands dengan predikat ‘One to Watch’ oleh Brandz, hingga menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya, yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo sebagai bentuk penghargaan Negara atas jasa dan darma bakti kepada bangsa dan Negara sehingga bisa dijadikan teladan bagi orang lain.

Setujuan untuk Indonesia yang Lebih Baik

Lewat pencapaian di 2016 dan dalam rangka Hari Ulang Tahun ketujuh (HU7), Bukalapak mengadakan perayaan ulang tahun sebagai bentuk syukur dan persembahan bagi para pelaku UKM Indonesia. Mengangkat tema “Bukalapak untuk Kita Setujuan”, Bukalapak mengajak masyarakat Indonesia menyatu dalam satu tujuan dan bersama-sama memajukan UKM lewat pemanfaatan teknologi digital.

“Saat ini kami tengah berupaya untuk meningkatkan penggunaan teknologi digital bagi para pelaku UKM agar dapat mengembangkan pemasaran produk dengan cara yang lebih mudah dan kreatif. Banyak UKM di Indonesia yang masih harus dibimbing dan diberi edukasi untuk menghadapi berbagai tantangan seperti akses teknologi. Komunitas Pelapak Bukalapak dan Penggerak Pelapak merupakan upaya yang sangat bagus untuk mengajak para pelaku UKM melek digital dan go online,” ujar Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia.

Saat ini Bukalapak memiliki anggota komunitas Pelapak yang tersebar di lebih dari 80 kota di seluruh Indonesia. Lewat komunitas ini, para Pelapak dapat belajar dan berkembang bersama serta saling memberi motivasi untuk meningkatkan kapabilitas dalam berjualan di platform Bukalapak. Penggerak Pelapak juga merupakan usaha dari Bukalapak untuk turun langsung ke jalan, mengajak dan mengajarkan para pelaku UKM yang masih berjualan secara tradisional agar go online.

“Menurut data Kementerian Perindustrian, keterlibatan UKM dalam penggunaan teknologi digital mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia. Dengan berkembangnya UKM, Industri Kecil Menengah (IKM) menjadi sektor dominan dari populasi di dalam negeri dan berperan penting sebagai salah satu penopang perekonomian nasional. Untuk itu, kami sedang menggalakan program e-Smart IKM, di mana kami akan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada para pelaku industri agar produknya dapat diperdagangkan secara digital lewat martketplace yang beroperasi di Indonesia, seperti Bukalapak,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Republik Indonesia.

Selain untuk mengajak para pelaku UKM memanfaatkan digital dan go online, Bukalapak turut mendukung misi pemerintah untuk wujudkan Indonesia sebagai negara ekonomi digital se-Asia Tenggara pada 2020.

“Revolusi digital harus bisa memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Peningkatan nilai transaksi Bukalapak hingga empat kali lipat di tahun 2016 menjadi salah satu bukti bahwa e-commerce atau marketplace sangat diminati masyarakat. Dan untuk terus meningkatkan minat masyarakat dan menjadikan Indonesia sebagai negara ekonomi digital se-Asia Tenggara pada 2020, saya mendukung kalau pelaku UMKM di Indonesia harus go-online! Saya berharap agar di usia yang ketujuh ini, akan semakin banyak para pelaku UKM yang dapat memanfaatkan Bukalapak sebagai salah satu wadah untuk pengembangan pemasaran mereka,” ujar Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Dengan sederet pencapaian yang telah diraih oleh Bukalapak hingga tahun 2016, Bukalapak berharap untuk menorehkan pertumbuhan yang sama di tahun ini sehingga tahun keemasan bagi UKM di Indonesia dapat diraih.

“Sederetan rencana, baik itu inovasi produk, kerja sama hingga perbaikan layanan di tahun ini akan kami jalankan. Saya optimis pertumbuhan di Bukalapak akan sama dengan tahun sebelumnya. Merupakan satu pekerjaan rumah bagi saya dan tim Bukalapak untuk mewujudkan hal tersebut,” tutup Achmad Zaky.