13 Startup Unjuk Gigi di Demo Day Gerakan Nasional 1000 Startup Digital

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital telah merampungkan tahap inkubasi perdana di tiga kota, Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Sebelum sampai di tahap inkubasi, para peserta telah melewati fase ignition, networking, workshop, hackathon, bootcamp, hingga inkubasi. Sejak awal Januari hingga April 2017, para startup menjalani proses di tahapan inkubasi untuk menyempurnakan produk sebelum diluncurkan ke publik.

Sebanyak 33 startup dengan ide menarik lahir dari tiga kota tersebut. Di Jakarta, lahir 13 startup yang memberi solusi di bidang pendidikan, jasa, olahraga, dan budaya. Adapun di Surabaya lahir ide unik di mulai dari pengelolaan acara, peternakan, jasa, hingga situs perjodohan. Sementara di Yogyakarta tercipta 10 startup yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, periklanan, lingkungan, dan karier.

“Indonesia memiliki banyak permasalahan yang memerlukan solusi pemecahannya. Jika dipadukan dengan kekuatan teknologi digital, ini adalah modal besar untuk menghasilkan solusi inovasi dan kreativitas yang begitu unik. Sudah saatnya anak muda beraksi dan memanfaatkan kesempatan secerdas mungkin guna menciptakan beragam solusi kreatif berpotensi ekonomi melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi. Kami mengajak anak muda Indonesia untuk terus bergerak dan turut serta menentukan arah bangsa di era ekonomi digital dan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital selalu siap sedia menjadi motor penggeraknya,” jelas Yansen Kamto, Chief Excecutive KIBAR dan penggagas Gerakan Nasional 1000 Startup Digital.

Ajang unjuk gigi pun dimulai dalam Demo Day pertama yang berlangsung pada Rabu, 26 April 2016, di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Sebanyak 13 startup terpilih mengenalkan produk-produk kreatif dan inovatif kepada pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, para mentor, media, komunitas, akademisi, LSM, serta para calon investor.

Acara yang dihadiri oleh Rudiantara, menteri Komunikasi dan Informatika RI ini diharapkan dapat mempersiapkan para startup founder agar mampu menghadapi tantangan  di dunia digital. Selain itu, ini menjadi kesempatan para startup untuk mempresentasikan hasil selama mengikuti rangkaian tahapan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital.

Para startup diberi waktu 3 menit untuk pitching, mempresentasikan ide kreatif dan mendapat masukan dari panelis. Pitching juga mengutarakan masalah utama sebagai latar belakang, bussiness model, dan solusi. Sebagian besar startup rata-rata mengambil keuntungan 5%-15% untuk setiap order/jasa yang telah diselesaikan. Berikut profil 13 startup terpilih dari Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta.

Jakarta

Ajarin. Layanan aplikasi mobile untuk membantu orang tua dalam menemukan tutor yang tepat, mengembangkan, dan menyalurkan bakat anak usia 4-15 tahun.

Panggilin. Marketplace jasa on demand (C2C) yang mempertemukan antara pengguna dan penyedia jasa di sekitar lokasi pengguna (location based).

Goodjob. Sebuah platform yang membantu corporate melakukan maintenance dan perbaikan barang rusak dengan kepastian harga dan kualitas ahli perbaikan yang terjamin. Harga akan diinformasikan di awal sebelum memesan jasa,

RooCare. Aplikasi monitoring kesehatan anak di bawah usia enam tahun yang diciptakan untuk orang tua agar dapat memantau tumbuh kembang anak. Di dalamnya pun disertai artikel seputar kesehatan anak.

Xparring. Layanan khusus bagi pecinta olahraga bulutangkis untuk mencari lawan tanding di lokasi yang terdekat. Xparring pun bisa digunakan untuk booking lapangan bulutangkis secara online.

Surabaya

Agendakota. Platform event yang mempertemukan penyelenggara event dengan peminat event dalam satu wadah yang dapat memudahkan berbagi informasi seputar event.

Karapan. Online community dan partnership platform yang membantu peternak sapi rakyat dalam pengelolaan manajemen peternakan, pemasaran sapi dan daging, serta pemodalan peternakan.

Jahitin. Platform penyedia jasa jahit khusus kebaya, dress, dan batik dengan transaksi yang mudah dan efisien. Jahitin pun menggandeng para penjahit lokal dengan kemampuan terbaik.

Qtaaruf. Sebuah platform yang membantu para muslimin dan muslimah di Indonesia untuk menemukan jodoh melalui proses taaruf sesuai dengan syariat Islam. Proses perkenalan pun didampingi ustaz sebagai penasihat.

Yogyakarta

Sweep. Aplikasi last-minute-deals sebagai wadah promo instan bagi pemilik F&B Bussiness dengan calon pembeli sehingga kemungkinan produk terjual lebih banyak, tidak terbuang, dan memberi keuntungan diskon pada customer.

Kooliah. Aplikasi yang membantu calon mahasiswa mengetahui mata kuliah sebelum memutuskan jurusan yang akan dipilih. Pengguna juga berpeluang mendapat bimbingan secara online dan beasiswa.

Adsiconic. Platform interaktif dalam periklanan kendaraan dengan memanfaatkan teknologi QR Code dan tracking  untuk mendapat kampanye iklan yang lebih efektif.

FatAway. Aplikasi mobile yang membantu mengatasi permasalahan kelebihan berat badan dengan menghitung kalori makanan, menawarkan meal plan, dan mencatat perkembangan diet yang dilakukan.

 

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital: Tak Harus Berlatar Belakang IT, Dokter Juga Bisa Buat Startup Digital

Banyak yang menganggap jika seseorang yang membuat startup digital harus memiliki latar belakang keahlian di bidang IT. Pemikiran ini tentu salah besar. Karena kenyataannya, banyak startup terbaik muncul dari ide yang tidak dilatarbelakangi oleh pendidikan IT.

Salah satu buktinya terjadi dalam Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Jakarta. Salah satu peserta yang merupakan seorang dokter bernama Bagas Adhimurda Marsudi memutuskan mengikuti gerakan yang diiniasi oleh KIBAR ini untuk membuat startup di bidang kesehatan.

Bagas yang merupakan seorang Hustler menginisiasi startup digital bernama Roo!, sebuah platform yang membantu orangtua untuk memantau tumbuh kembang anak serta mengetahui kapan dan berapa kali imunisasi yang harus diberikan kepada anak melalui data yang tersedia. Ide mengenai startup ini berangkat dari pengalaman pribadi Bagas saat menangani pasien.

“Saat saya praktik, banyak pasien yang saya tangani adalah anak-anak. Sering kali yang menjadi permasalahan adalah orangtua yang kurang memiliki sumber informasi kredibel mengenai masalah kesehatan anak. Para orangtua sudah berusaha mencari informasi melalui internet, namun hasilnya justru menimbulkan ketakutan karena informasi yang didapat cenderung melebih-lebihkan,” papar Bagas.

Dalam platform-nya, Roo! menyediakan artikel informasi mengenai kesehatan dan tumbuh kembang anak yang langsung didapatkan dari dokter-dokter terpercaya. Selain itu Roo! juga menyediakan fitur untuk membantu orangtua dalam memantau kondisi kesehatan dan perkembangan anak.

“Kami paham bahwa orangtua juga ingin dapat mengurus anak mereka sendiri, selain itu dokter spesialis anak di Indonesia belum begitu banyak jumlahnya. Nah, di dalam Roo! itu ada artikel yang dikategorikan sesuai dengan kebutuhan orangtua dan juga tools buat mereka memantau tumbuh kembang anaknya, jadi orangtua tahu apa yang harus dilakukan dan diperhatikan dari sang anak,” jelas Bagas lebih lanjut.

Roo! yang saat ini sedang fokus dalam pengembangan pemasarannya, diakui Bagas sudah lebih dulu dikembangkan sebelum ia mendaftar ke Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Jakarta tahun 2016. Keinginan untuk serius mengembangkan Roo! agar dapat digunakan oleh masyarakat luas menjadi motivasinya untuk ikut gerakan ini.

Bagas juga mengatakan jika siapapun dapat membuat startup meski bukan dari bidang IT. Yang terpenting dalam membuat startup adalah masalah yang ingin dipecahkan serta kemampuan dalam mencari rekan yang memiliki visi yang sama.

“Awalnya Roo! isinya hanya saya bersama tiga orang teman kuliah yang dokter juga. Jadi kami latar belakangnya sama semua, dari bidang medis, tidak ada yang mengerti tentang startup digital dan sejenisnya. Maka dari itu dengan ikut Gerakan Nasional 1000 Startup Digital diharapkan Roo! dapat semakin berkembang dan membantu banyak orang,” ungkap Bagas.

Konsistensi dan dedikasi selama mengikuti Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di Jakarta berbuah manis. Roo! bersama dua startup lainnya berhasil menjadi salah satu tim yang lolos hingga ke tahap Inkubasi. “Sebenarnya banyak startup lain di luar sana yang memiliki potensi besar namun belum diketahui. Semoga Roo! bersama startup Indonesia lainnya bisa semakin berkembang dan menjadi manfaat bagi masyarakat Indonesia,” tutup Bagas.

Lulusan Universitas Gadjah Mada ini mengajak anak muda Jakarta lainnya untuk turut membangun startup guna memecahkan permasalahan di sekitar. Saat ini Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di Jakarta sudah memasuki edisi kedua yang akan dihelat di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Jalan Medan Merdeka Barat No. 9, Sabtu (22/4).

Tahapan pertama yang akan dilalui adalah Ignition yang merupakan seminar yang bertujuan membentuk pola pikir untuk menyelesaikan masalah melalui teknologi digital. Segera daftar di reg.1000 startupdigital.id untuk menjadi salah satu aktor perubahan untuk Indonesia!