Mau Lebih Eksis di Instagram? Ini 5 Aplikasi Edit Foto Kekinian yang Wajib Dicoba

aplikasi edit foto instagram header

Foto memiliki arti lebih dari sekadar gambar. Melalui sebuah foto akan terekam momen indah bersama orang-orang terkasih atau dokumentasi perjalanan yang mungkin tak bisa terulang. Memiliki foto yang bagus dan unik tentunya memberi kepuasan tersendiri.

Cerita di balik foto bisa ditunjukkan lewat posting di Instagram atau media sosial lainnya. Supaya hasilnya menarik, tak ada salahnya memakai aplikasi editing dan menambahkan cerita di baliknya. Nah, berikut beberapa aplikasi edit foto yang bisa diunduh di Goggle Play Store dan Apple App Store.

Cupslice

Cupslice bisa membantumu menghasilkan foto kreatif. Selain untuk memperbaiki kualitas gambar, aplikasi ini bisa dipakai untuk mempercantik foto selfie sebelum diunggah ke media sosial. Tak hanya itu, ukuran foto bisa disesuaikan, ditambahkan kata-kata sesuai tema, stiker vintage, atau frame unik.

PicMix

PicMix bisa membantumu menggabungkan banyak foto (kolase) dalam satu frame. Agar foto terlihat lebih keren, aplikasi ini menyediakan fitur edit, crop, rotate, dan stiker lucu. PicMix juga sering mengadakan kontes foto berhadiah menarik yang bisa diikuti, siapa tahu fotomu yang terpilih.

Jepret Story

Jepret Story tak hanya bisa memberikan efek pada foto, tetapi membantu mengelola foto dan membagikannya ke media sosial. Menariknya, pengguna bisa mengumpulkan foto secara kolektif dari teman lain dan membuat sebuah cerita. Jadi, tak perlu susah-susah mentransfer foto lewat email atau bluetooth lagi.

Snapseed

Snapseed menjadi bisa diandalkan untuk membuat hasil foto smartphone layaknya foto profesional. Aplikasi ini punya banyak pilihan alat editing, filter, dan tools lain untuk memperbaiki kualitas foto. Dengan Snapseed kamu juga bisa membuka dan menyesuaikan file RAW DNG, menyimpan tanpa merusak file, atau mengekspor dalam format JPG.

Grid for Instagram

Pengguna Instagram tentu sudah tak asing lagi dengan aplikasi yang satu ini. Grid for Instagram bisa memecah satu foto besar menjadi 3 bagian, 6 bagian, atau 9 bagian. Membuat foto grid ini bisa mencuri perhatian follower atau membuat Instagram feeds online shop lebih menarik.

Gerakan 1000 Startup Digital Akan Ciptakan 1000 Startup di Indonesia Dalam 5 Tahun

Hari ini secara resmi Kibar bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia meluncurkan Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital di Indonesia. Latar belakang diselenggarakannya gerakan ini karena Potensi industri digital di Indonesia yang saat ini ada sekitar 93,4 juta pengguna internet dan 71 juta pengguna perangkat telepon pintar di Indonesia.

Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital merupakan langkah awal bagi kita untuk menciptakan masa depan ekonomi digital Indonesia yang akan mengubah nasib bangsa. Gerakan ini ingin menciptakan 1.000 perusahaan rintisan berbasis digital yang akan mentransformasi Indonesia menjadi negara maju dengan anak muda sebagai motor penggeraknya.

Untuk melahirkan 1.000 startup digital, strategi yang dijalankan adalah dengan mentoring dan pembinaan intensif melalui tahapan-­tahapan sistematis di 10 kota pertama yang memiliki infrastruktur serta pondasi digital yang kuat.

news5

Langkah pertama dimulai dari “Ignition“, yaitu seminar untuk menanamkan pola pikir entrepreneurship yang menargetkan 4.000 peserta setiap tahunnya. Kemudian, dari peserta “Ignition“ tersebut akan dijaring 2.000 peserta yang layak untuk melanjutkan ke tahap “Workshop“ untuk diberikan pembekalan keahlian yang mereka butuhkan dalam membuat sebuah startup digital.

Berbekal ilmu dari “Workshop“ tersebut, 1.000 peserta akan melanjutkan ke tahap “Hackathon“ untuk menghasilkan prototype produk dari ide solusi aplikasi. Setelah itu, 500 peserta akan memasuki tahap “Bootcamp“ yang merupakan sesi mentoring mendalam untuk menyiapkan strategi peluncuran produk. Terakhir, 200 peserta terpilih akan diinkubasi selama kurang lebih 3 bulan di setiap kota per tahun sehingga dalam 5 tahun akan tercipta 1.000 startup digital.

news6

Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital ini akan dilaksanakan di 10 kota pertama: Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak. Di masing­masing kota ini akan didirikan pusat inovasi sebagai titik kumpul komunitas teknologi, kreatif, dan budaya. Pusat inovasi ini juga menyediakan co­working space di mana semua pelaku dan kreator lokal dapat berkolaborasi menciptakan solusi bagi kebutuhan masyarakat setempat hingga berkembang menjadi solusi nasional.

Bagi kamu yang ingin berpartisipasi menjadi bagian dari Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital maka dapat mengunjungi situs resmi 1000 Startup Digital untuk bergabung dan mendapatkan informsi lebih lanjut tentang gerakan ini.

[sumber berita: TeknoJurnal]

 

“Ignition” Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Resmi Diadakan di Jakarta

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital resmi dimulai, ditandai dengan kegiatan pertama yang diselenggarakan pada 30 Juli 2016 di Auditorium Pascasarjana, Universitas Trisakti, Jakarta. Antusiasme sudah terlihat sejak pendaftaran secara online dibuka melalui reg.1000startupdigital.id. Lebih dari 4.000 orang mendaftar secara online dan kemudian tersaring 200 peserta untuk menghadiri “Ignition” Jakarta pertama.

“Untuk melahirkan 1.000 startup digital, strategi yang dijalankan adalah dengan mentoring dan pembinaan intensif melalui tahapan-tahapan sitematis di 10 kota pertama yang memiliki infrastruktur serta fondasi digital yang kuat,” kata Yansen Kamto, Chief Excecutive KIBAR, selaku penggagas Gerakan Nasional 1000 Startup Digital.

Sebagai awalan, peserta mengikuti tahap “Ignition”, yakni pembuka dari rangkaian program 1000 startup. Adapun tahapan yang dilalui, yakni “Ignition”, “Workshop”, “Hackathon”, dan “Incubation”. Dalam “Ignition” peserta mengikuti seminar dalam lima panel dengan topik berbeda untuk merombak pola pikir sebagai startup founder.

Setiap panel diisi oleh pembicara yang sudah mumpuni baik di bidang teknologi, kreatif, maupun startup, di antaranya Leontinus Alpha Edison (Co-Founder Tokopedia), Diajeng Lestari (CEO HijUp), Alamanda Shantika (Vice President GO-JEK), dan Prasetyo A. Wicaksono (Head of IT Development, Jakarta Smart City).

news2

“Tahap “Ignition” ini penting untuk orang yang belum tahu tentang Gerakan Nasional 1000 Startup Digital atau untuk yang ingin membuat perubahan, tapi tidak tahu caranya, ujar Yohan Totting, Inisiator Forum Web Anak Bandung (FOWAB).

Sesi panel dalam “Ignition” Jakarta mengulas serba-serbi startup secara lengkap. Mulai dari memahami tujuan membangun sebuah startup, memulai bisnis, membangun tim, tantangan dan strategi, masalah dan hambatan yang dihadapi hingga cara menumbuhkan motivasi dan kolaborasi untuk berinovasi. Kelima sesi dibagi menjadi beberapa topik, yakni:

  1. Don’t Start A Bussines, Solve A Problem,
  2. Building The Startup Mindset,
  3. Collaborate to Create,
  4. Coworking Space and The Future, dan
  5. Flourshing The Next Generation of Global Startup.

Materi tersebut sebagai bekal untuk pengusaha muda agar nantinya dapat membangun startup yang berkualitas yang mampu bersaing secara global. Namun, keinginan menjadi pengusaha saja tak cukup, tapi harus ada alasan kuat yang membuat startup tetap terus hidup.

Yohan menambahkan, “Kalau kalian ingin menciptakan sesuatu, berpikirlah sebagai seorang founder dan coba tanyakan sekarang apa alasan kalian untuk menjadi entrepreneur.”

news3

Tahap “Ignition” akan dilakukan setiap tahunnya di 10 kota, tiap kota akan ada 4 kali, dan ditargetkan dalam setiap proses “Ignition” ada 200 orang yang terpilih. Per tahunnya ditargetkan tahap “Ignition dapat menjaring 8.000 orang dari setiap kota.

Setelah itu, peserta akan masuk “Workshop” untuk mengasah kemampuan melalui mentoring dari coachprofessional.  Dari tahap ini ditargetkan ada 4000 orang per tahun dari berbagai kota. Peserta selanjutnya yang masuk ke “Hackhathon” dan dibimbing membuat prototype dari produk yang ingin diciptakan, serta menemukan Co-Founder yang memiliki visi sama. Dan menyeleksi menjadi 2.000 orang.

Proses berlanjut ke tahap bootcamp dan “Incubation” untuk mendapat masukan dan wawasan untukprototype yang dibuat agar bisa bermanfaat dan diterima masyarakat dalam skala nasional atau global.

Sejalan dengan tujuan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, diharapkan anak muda Indonesia akan menjadi motor penggerak tumbuh dan berkembangnya ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Diawali dengan gerakan ini, ke depannya akan muncul berbagai inovasi baru hasil kolaborasi yang mampu mengatasi berbagai permasalahan di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi digital.

[sumber berita: TeknoJurnal]

 

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Diluncurkan di Yogyakarta

Yogyakarta, 12 Agustus 2016 – Sebagai salah satu kota di Indonesia yang mengalami laju pertumbuhan startup digital yang sangat pesat di setiap tahunnya menjadikan Yogyakarta ditetapkan sebagai salah satu kota digelarnya Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang bertujuan untuk mendukung terwujudnya komitmen Pemerintah Republik Indonesia yang bertekad mewujudkan Negara dan Bangsa ini sebagai the Digital Energy of Asia atau kekuatan digital di Asia.

“Gerakan Nasional 1000 Startup Digital sebagai upaya untuk menumbuhkan ekosistem digital yang berkelanjutan. Gerakan ini bukan hanya milik beberapa pihak saja, namun gerakan ini adalah milik seluruh Bangsa Indonesia, terutama anak­anak muda pemilik masa depan Indonesia. Diharapkan, seiring berjalannya gerakan ini akan mulai terbentuk ekosistem startup digital yang ideal di Indonesia,” tutur Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, Republik Indonesia.

Menurut Rudiantara, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital akan memicu lahirnya kolaborasi dari setiap stakeholder yang ada, mulai dari pemerintah, komunitas, media, akademisi, dan pelaku bisnis yang nantinya mampu memicu lebih banyak lagi startup digital yang lahir sehingga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital.

Melalui gerakan ini, diharapkan lahir 1.000 perusahaan rintisan berbasis digital yang akan mentransformasi Indonesia menjadi negara maju dengan anak muda sebagai motor penggeraknya. Untuk melahirkan 1.000 startup digital tersebut, strategi yang dijalankan adalah dengan melakukan mentoring atau pendampingan, serta pembinaan intensif melalui tahapan­ – tahapan sistematis di 10 kota pertama, di antaranya adalah Yogyakarta, yang memiliki infrastruktur serta fondasi digital yang kuat.

Potensi Yogyakarta sebagai Kota Utama Industri Kreatif Digital Indonesia

Saat ini, Yogyakarta tercatat memiliki sekitar 190 startup digital dengan pertumbuhan 30 perusahaan setiap tahunnya. Omset tahunan yang startup terima setiap tahun sangat variatif. Sebanyak 29,25% tercatat baru mendapat income di bawah 25 juta rupiah. Namun, terdapat 7 startup atau 6,78% yang sudah meraup keuntungan di atas 1 milyar rupiah per tahun, serta terdapat 4,76% startup yang sudah mengantongi omset di atas 5 milyar rupiah.

Basis startup digital yang ada di Yogyakarta pun mampu bersaing hingga ke dunia internasional. Sebanyak 59 startup, atau 34,21% menyatakan bahwa mereka berorientasi pasar internasional. Menanggapi hal ini, Prami Rachmiadi, CMO, Emtek & KMK Online memberikan pendapatnya, “Kuncinya harus logis! Seperti Google yang berhasil menawarkan solusi yang sangat universal. Meskipun menggunakan bahasa Inggris, namun solusi yang dihadirkan mudah digunakan oleh semua orang dimanapun berada. Logika ini sesungguhnya sangat sederhana, namun kenyataannya logika ini sangat penting untuk diadopsi oleh setiap startup yang berkeinginan go internasional.”

Yogyakarta juga didukung oleh sumber daya manusia yang andal. Terbukti dengan banyaknya startup luar negeri yang masuk dan memaksimalkan para pelaku kreatif di kota ini. Hal ini diidukung pula dengan suasana kerja yang kondusif serta kultur saling membantu dan kolaboratif yang dimiliki para pelaku kreatif Yogyakarta.

Terlepas dari menggeliatnya pertumbuhan startup digital di Yogyakarta, masih terdapat berbagai persoalan dan tantangan yang perlu untuk segera diantisipasi. Permasalahan ekosistem di Yogyakarta masih harus mendapat perhatian. Minimnya edukasi yang diselenggarakan untuk para pelaku startup, serta minimnya akses ke investor sering menjadi penghambat utama.

“Kerjasama setiap pihak penting untuk dijadikan prioritas utama dalam mendukung keberhasilan gerakan nasional ini. Dukungan pembangunan ekosistem hendaknya didukung dengan komitmen tinggi ser ta wawasan kewiraushaan yang luas dari para Founder. Komitmen serta wawasan kewirausahaan menjadi faktor yang sangat penting mengingat startup memiliki model bisnis yang lebih kompleks dibanding UKM lainnya,” ujar Afit Husni Karim, Co­founder Ngonoo. “Faktor lain yang masih perlu dikaji dan sekaligus dibenahi untuk mendukung keberhasilan adalah kesiapan infrastuktur dan sistem digital. Pemegang kebijakan di Indonesia diharapkan mampu membuat sistem dan aturan yang mendukung.”

Innovative Academy, Inkubator untuk Lahirkan Para Jenius Lokal Startup Digital Yogyakarta

Di Yogyakarta, Gerak an Nasional 1000 Startup Digital hadir melalui Innovative Academy, sebuah program inkubasi startup digital yang berlangsung sejak 2014 di Universitas Gadjah M ada(UGM).Sebagaimitraresmi Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, Innovative Academy UGM menjadi program resmi dari gerakan ini untuk kota Yogyakarta.

Pen canangan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital melalui Innovative Academy diawali dengan penyelenggaraan ignition, yaitu seminar untuk menanamkan pola pikir kewirausahaan. Fase ignition ini akan diisi dengan pemberian beragam topik yang dirancang untuk mampu mengubah pola pikir para founder startup.

Topik Building Startup Ecosystem through Collaboration yang akan disampaikan sebagai topik pembuka akan membahas peran universitas dan pemerintah dalam membangun ekosistem startup di Indonesia. Melalui pemaparan dan diskusi, akan dijelaskan apa saja yang menjadi peranan masing­masing pihak serta strategi apa yang harus dilakukan untuk mendorong terciptanya lebih banyak startup yang berkelanjutan.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara dan Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D selaku Rektor UGM akan menjadi pembicara dalam sesi ini, adapun M. Aditya Arief Nugraha, CEO Gamatechno akan menjadi moderator.

Dilanjutkan dengan sesi kedua, yaitu talkshow dengan topik The Art of Entrepreneurship. Sesi ini memaparkan mengenai “seni” menjadi wirausahawan. Para perserta diharapkan semakin memahami strategi­strategi yang sebaiknya dilakukan untuk mempertahankan usaha rintisan hingga akhirnya menjadi usaha yang mampu bertahan dan juga ikonik. Pada sesi ini A. Noor Arief selaku Direktur Utama Dagadu menceritakan tentang perjalanan Dagadu dari saat memulai sampai sekarang.

Building The Startup Mindset merupakan topik pada sesi ketiga. Peserta akan mendapatkan ilmu tentang bagaimana pola pikir seorang startup founder dalam membangun bisnis dan menciptakan sebuah startup. Muhammad Ghufron Mustaqim VP of Operation, Sale Stock; Andreas Aditya Swasti, Chief Information Officer Nebengers; dan Affi Khresna Head of Idea Labs Srengenge yang akan membagi ilmunya.

Sesi selanjutnya ada presentasi dari Head of People Partner for Technology Division GO­JEK, Seto Lareno yang akan memaparkan perkembangan GO­JEK dari awal hingga saat ini, masalah­masalah apa yang ditemukan, bagaimana GO­JEK telah berkontribusi untuk menyelesaikan masalah, dan dampak apa yang sudah dihasilkan. Presentasi ini mengambil tema Don’t Start A Business, Solve a Problem.

Dilanjutkan dengan sesi panel diskusi dengan topik Empowering Communities to Grow the Ecosystem diisi oleh Kristupa Wicaksana, Founder fotografer.net dan Saga Iqranegara, Chairman of Digital Creative Association sebagai moderatornya. Kristupa memaparkan mengenai bagaimana Fotografer.net dapat menyatukan aspirasi dari banyak anggotanya dan berkembang jadi komunitas fotografer terbesar di Indonesia.

Berikutnya ada sesi The Next Generation of Bloggers mengenai bagaimana mereka menjadi salah satu corong alternatif untuk menyuarakan konten yang tidak diangkat oleh media mainstream. Afit Husni Karim, Co­Founder & CFO Ngonoo; Nendra Rengganis, Head of Operations Hipwee dan Puthut EA, Founder Mojok.co berbagi ilmunya untuk sesi ini.