Ivosights Luncurkan Tania, Pelanggan Makin Mudah Berinteraksi dengan Brand.

Ivosight Rilis Tania Berita

Ivosights, perusahaan rintisan penyedia platform customer engagement meluncurkan Tania, sebuah aplikasi agregator akun resmi brand yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan pelanggan (customer touchpoint). Aplikasi ini tersedia di Google Play Store sejak Kamis 9 November 2017.

“Ini memudahkan konsumen untuk berinteraksi dengan brand, tanpa kebingungan mencari dan menentukan akun resmi brand tertentu,” ujar Elga Yulwardian, CEO Ivosights di Jakarta, 10 November 2017.

Disebutkan Elga, Tania sangat mudah digunakan konsumen. Apapun pesan konsumen dijamin tepat tersampaikan kepada akun resmi brand yang dituju. Saat ini Tania menghubungkan konsumen langsung ke email dan akun-akun resmi brand di media sosial Facebook, Twitter, Google+.

“Saat ini ada 850 brand yang dapat diakses melalui Tania, dan jumlah ini akan terus meningkat,” kata Mohammad Karim, Head of Product Ivosights.

Karim menambahkan, ratusan brand tersebut mencakup 35 sektor industri antara lain asuransi, perbankan, farmasi, kesehatan dan kecantikan, jasa, otomotif, marketplace, makanan dan minuman, hingga elektronik. Sejumlah brand yang dapat diakses melalui Tania, misalnya Apple, AIA, Astra, AXA, Bank BCA, dan Blanja.

“Kami masih akan terus menambah daftar brand yang terhubung melalui Tania. Bagi brand yang belum ada di Tania, bisa mengisi formulir di situs akutania.com untuk mendaftarkan kanal layanan pelanggan mereka,” jelas Karim.

Bagi konsumen, Tania bisa menjadi solusi cepat saat perlu berinteraksi dengan brand. Nyatanya, saat ini media sosial bebas digunakan siapa saja. Tak jarang, sebuah brand bisa saja memiliki beragam akun di  media sosial sehingga pelanggan kesulitan menemukan akun resmi.

“Waktu berharga pelanggan tak akan terbuang sia-sia demi mencari akun resmi brand. Cukup mengakses Tania saja,” ujar Karim.

Penggunaan Tania, ditegaskan Karim, juga sangat mudah. Pengguna ponsel berbasis Android cukup mengunduh aplikasi ini Google Play Store dengan kata pencarian “Tania Care”, lalu login menggunakan akun media sosial Facebook, Twitter atau Google+ yang sudah dimiliki.

Setelah itu, pelanggan dapat mengetikkan nama sebuah brand, hingga muncul pilihan. Kemudian pelanggan akan diminta untuk memilih kanal komunikasi yang diinginkan, apakah ingin berinteraksi melalui media sosial (Facebook, Twitter, Google+) atau melalui email.

Selanjutnya, pelanggan dapat menulis pesan. Ada tiga kategori pesan yang dapat dipilih. Yaitu saran, pertanyaan/permintaan, dan komplain.

“Seorang pelanggan bisa saja berkomunikasi di semua semua kanal komunikasi resmi brand yang terhubung dengan Tania. Bahkan bisa mengulang pesan tersebut,” jelas Karim.

Tania mempercepat akses pelanggan kepada brand. Bagi brand, Tania bisa mendatangkan lebih banyak feedback. “Dengan semakin mudahnya sarana interaksi antara pelanggan dengan brand, diharapkan kepuasan konsumen terhadap brand tersebut juga semakin meningkat,” ujar Karim.

Saat ini Tania baru tersedia di Google Play Store, namun Karim memastikan Tania juga kelak dapat diunduh pengguna iPhone di Apple App Store.

Aplikasi Kesehatan Medika App Hadirkan Time Suggestion dan Segudang Fitur Baru Lainnya

Media App Berita

Medika App merupakan aplikasi berbasis mobile yang telah diluncurkan pada bulan Mei lalu oleh perusahaan start-up teknologi, PT Medika Cipta Digital. Sejak diluncurkan, pengguna Medika App terus mengalami peningkatan seiring dengan jumlah partner klinik dan rumah sakit yang juga terus bertambah.

Untuk meningkatkan pelayanan terhadap penggunanya, kini Medika App menghadirkan fitur Time Suggestion. Pada fitur ini pengguna akan mendapatkan informasi berupa waktu yang disarankan dari pihak rumah sakit/klinik ketika jadwal dokter yang diinginkan pengguna mengalami perubahan. Penambahan fitur ini adalah sebagai bentuk komitmen Medika App dalam memudahkan pasien dan memajukan kualitas layanan fasilitas kesehatan di Indonesia.

Medika App telah menjalin kerjasama dengan sejumlah rumah sakit dan klinik yang tersebar di area Jabodetabek. Sebanyak 84 fasilitas kesehatan terdaftar sebagai partner Medika App, yang terdiri dari 77 klinik dan 7 rumah sakit. Mulai dari klinik pratama, klinik kecantikan dan dental care, hingga rumah sakit ibu dan anak, serta rumah sakit umum.

“Medika App adalah aplikasi yang memudahkan pasien untuk dapat menemukan dan melakukan perjanjian online untuk bertemu dokter di fasilitas kesehatan, tanpa harus mengantre lama,” kata Danang Firdaus, Founder & CEO Medika App. Tercatat hingga kini sudah lebih dari 1.000 pengguna yang terdaftar di Medika App. Medika App berharap akhir tahun ini dapat mencapai target hingga 2.000 pengguna aktif.

Disamping itu, Medika App juga menyadari bahwa kebutuhan gaya hidup sehat dan preventif di masyarakat semakin meningkat. Masyarakat kian sadar akan pentingnya perawatan diri, baik dari segi kesehatan maupun kecantikan. “Kami ingin mempermudah pengguna kami bukan hanya ketika mereka sakit, namun juga saat mereka sehat, dengan perawatan-perawatan yang bersifat preventif dan kosmetik,” imbuh Danang.

Guna mengakomodir kebutuhan tersebut, Medika App akan menghadirkan sesuatu yang baru untuk penggunanya di akhir tahun nanti. “Rencananya Desember ini sudah bisa up and running untuk fitur barunya. Mudah-mudahan semua lancar,” tambah Danang. Kita tunggu saja terobosan terbaru lainnya dari Medika App di penghujung tahun ini.

Tentang PT Medika Cipta Digital

PT Medika Cipta Digital merupakan perusahaan rintisan (start-up) teknologi yang mengembangkan aplikasi dan platform layanan kesehatan digital, Medika App. PT Medika Cipta Digital memiliki visi untuk dapat memajukan layanan kesehatan di Indonesia dengan menghubungkan stakeholders dalam industri layanan kesehatan menggunakan teknologi informasi.
Medika App merupakan salah satu start-up yang terpilih mengikuti program akselerator dari GnB Accelerator, yang merupakan program akselerator kelas dunia hasil kerjasama Fenox Venture Capital dari Silicon Valley, USA dan Infocom Corporation, Japan.

Ribuan Video Telah Dijawab Influencers Dari Aplikasi Baru TaDo (Tanya Dong)

Tado Ribuan Video Influencer Berita

Era digital membuat interaksi antar pengguna internet (yang kerap disebut
dengan netizen) menjadi sangat mudah dan tanpa batas. Dengan kehadiran situs jejaring sosial
seperti Facebook, Instagram, dan Twitter, lahir banyak idola di dunia maya atau yang saat ini
populer disebut sebagai social influencer. Aplikasi TADO (Tanya Dong) hadir sebagai sarana
agar para influencer bisa lebih dekat dan dapat langsung menjawab setiap pertanyaan dari para
pengikutnya (followers).

TADO menjamin hanya influencers inspiratif yang akan ditemui di dalam aplikasi. Pertanyaan
apapun mulai dari kesehatan, olahraga, fesyen, makanan, politik, edukasi, hiburan dan banyak
lagi, bisa ditanyakan langsung kepada ahlinya. “Kami percaya bahwa netizen layak
mendapatkan konten yang berkualitas, sehingga kami selalu melakukan kurasi terhadap
setiap influencer yang akan bergabung di TADO,” jelas Steven Koesno, Co-Founder dan
CEO TADO.

Meningkatnya popularitas konten dalam bentuk video menjadi inspirasi untuk TADO dalam
melahirkan aplikasi ini. Semua pertanyaan dari pengguna TADO akan dijawab melalui video
singkat berdurasi 60 detik, sehingga influencers ditantang untuk memberikan jawaban yang
padat dan jelas.

Selain melontarkan pertanyaan, pengguna juga bisa melayangkan tantangan kepada para idola
mereka. Deddy Corbuzier, pembawa acara dan social influencer yang telah bergabung
bersama TADO mengatakan, “Sudah saatnya Indonesia punya aplikasi kelas dunia yang
bisa bersaing dengan media sosial lainnya. Saya sangat mendukung aplikasi seperti ini
karena ada sisi edukasinya, tapi di saat bersamaan juga menghibur.”

Influencer yang sudah bergabung dengan TADO meliputi Indra Bekti, Rene Suhardono,Gya
Sadiqah, Billy Boen, Mike Lewis, Benazio Putra, Utrich Farzah, Jenahara Nasution, Citra Prima,
Putri Violla, Reza Oktovian, Agung Hapsah dan masih banyak lainnya. Steven berharap aplikasi
ini dapat bermanfaat bagi para netizen untuk berinteraksi dan terinspirasi oleh para influencers
yang tergabung di TADO.

Buat Siswa Jadi Senang Belajar, Ruangguru Luncurkan Platform Ruangbelajar

RuangBelajar Berita Header

Indonesia merupakan negara yang memiliki populasi masyarakat pendidikan no.4 terbesar di dunia dengan lebih dari 52 juta murid dan 4 juta guru. Namun, kenyataannya menurut hasil literasi yang diterbitkan lembaga PISA (Program for International Student Assessment) di tahun 2015 lalu, kualitas pendidikan di Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-69 dari 76 negara yang tergabung. Melihat hal ini, Ruangguru, sebagai penyedia layanan jasa dan konten pendidikan berbasis teknologi terbesar di Indonesia, terus berinovasi untuk terus memperluas layanannya serta membuka akses pendidikan yang berkualitas sehingga bisa menjangkau lebih banyak lagi pelajar Indonesia.

Menyambut hari Sumpah Pemuda, Ruangguru, hari ini mengumumkan inovasi terbarunya yaitu produk ruangbelajar. Ruangbelajar adalah sebuah platform yang dilengkapi dengan ribuan video materi dan pembahasan dengan lebih dari 1.200 total sub-topik untuk semua jenjang. Siswa dapat memilih learning journey berdasarkan kelas dan mata pelajaran yang diminati serta sub topik yang ingin dikerjakan. Dilengkapi kuis, latihan soal serta rangkuman berbentuk infografis yang menarik, ruangbelajar menjadi media belajar yang interaktif.

Pembuatan konten dalam ruangbelajar melibatkan lebih dari 100 putra-putri terbaik lulusan universitas top di Indonesia seperti UI, ITB, UGM dan juga universitas top di dunia seperti Harvard University, Stanford University, Columbia University, Oxford University, National University of Singapore, Nanyang Technological University serta disusun berdasarkan kurikulum dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013 Revisi dan SKLUN terbaru.

“Materi pelajaran yang rumit membuat banyak orang tua merasa anak-anaknya membutuhkan tambahan belajar di luar sekolah. Masalahnya, biaya bimbel sangat mahal dan tidak semua bimbel memiliki kualitas yang baik. Ruangbelajar menyediakan konten yang lengkap dan sesuai dengan kurikulum. Dengan keuntungan bisa di akses kapan saja dan di mana saja, kami berharap ruangbelajar bisa dijangkau oleh semua kalangan siswa di Indonesia” tutur Belva Devara, Co-Founder & CEO Ruangguru.

Buat Siswa jadi Senang Belajar
Waktu yang digunakan setiap menyelesaikan satu sub topik atau learning journey adalah kurang dari 15 menit, dengan menggunakan animasi dan tutor bahasa yang lebih dekat dengan anak mudasehingga tidak membosankan. Setelah melihat konten video, terdapat rangkuman berupa infografis yang bisa digunakan kembali saat belajar mandiri.

Seperti yang dikatakan Iman Usman, Co-Founder dan CPO Ruangguru “Kita punya lebih dari 52 juta murid dan 4 juta guru tapi bukan rahasia umum kalau negara kita adalah salah satu yang paling tertinggal. Kita tidak kekurangan sekolah atau guru, tapi kita kekurangan sekolah dan guru yang baik dan berkualitas terlepas dimana mereka berada, atau status ekonomi mereka. Hal itulah yang mengilhami kami untuk membuat ruangbelajar, yaitu sebuah produk yang memungkinkan setiap siswa untuk mengakses berbagai macam konten pembelajaran yang disusun dengan menggunakan metode based learning journey.

Kurang lebih dalam 1 tahun terakhir, kami mengembangkan konten tersebut dan memastikan konten tersebut tidak hanya membantu siswa untuk memahami pelajaran yang disampaikan, tetapi juga menyenangi kegiatan belajar”. Ruangbelajar memiliki dua jangka waktu berlangganan yaitu untuk 1 bulan dan 1 tahun dengan harga yang terjangkau yaitu mulai dari Rp 50.000 per bulan bila dibandingkan dengan bimbingan belajar konvesional yang bisa menghabiskan 6-7 juta per tahun. Hadirnya ruangbelajar, melengkapi layanan belajar Ruangguru lainnya, yaitu jasa pencarian guru privat yang bernama ruangles, jasa konsultasi belajar privat online yang bernama ruanglesonline, fasilitas tryout ujian yang bernama ruanguji dan grup belajar online se-Indonesia yaitu ruangguru digitalbootcamp.